Ma yang iseng iseng ke rumahnya mbah Sinfest nemu ini komik, dan Ma ngakak!!
Enjoy!
*Sambil diiringi lagu Laskar Pelangi-nya Nidji*


Kenapa? Karena sebenernya Ma bukan di kelas ini, tapi di kelas ibu Mieke, dan beliau lagi ga masuk,, Ga tau gimana, jadi hari ini kita ikutan kuliah deh di sini, di kelasnya Pak Pri,,
Komentar pertama Ma begitu masuk kelas itu?
S E R E M ! !
Bukan apa apa, Ma ini bocah 22 tahun yang baru lulus S.Ked tanpa pengalaman di RS sedikitpun, *kecuali ke Azzahra buat nganter nganter titipan Mama Papa, atau ngambil obat* tapi begitu di kelas itu yang udah jalan 2 minggu, Ma keder ngeliat persentasinya pak Budi dkk, Ma gimanaaaa bisa bikiin begiituuu!!!!! Tiiddaaaaaakkk,,!!!!!

Demi mengurangi ke-keder-annya Ma, Ma mulai nyari nyari bahan yang dibilang Pak Pri dan yang Ma cuma bisa ngintip dari mbak Kristin, karena OBVIOUSLY Ma belom punya bahannya,, Ma pun bertandang ke blog-nya Pak Pri, dan ngeliat tugas tugas dan kerjaan selama 2 minggu yang lalu itu, salah satunya tentang pembuatan project management buat 17 Agustus-an yang dibikin oleh kelompoknya Audi,,
Ma cuma bisa terdiam dan shock aja, abis bikin acara 17-an aja segitu formal dan terstruktur,, Bagaimanaaaa iniii?? Bagaaaiimaaanaaa????

*Menenangkan diri*
Oke, mungkin sebenernya ga se-susah itu, Ma juga udah nanya sama mbak Kristin, dan katanya sih ga susah susah banget, artinya Ma harusnya bisa juga kaya gitu kan?? *Hopefully*
Sekarang, Ma kayanya bakal ngopi file-file dari temen temen, dan bandingin bahan dengan presentasi mereka,, *moga moga aja Ma dikasih* Biar bisa belajar dikit dikit, dan hopefully lagi, jadi ga takut dan stress ngadepin so-called Residensi ini,,
Please help me God,,
Doakan Ma ya teman temaan,,
Eh iya, siapa tau temen temen ada yang pengen liat liat bahannya, ada di sini dan di sini nih,, Kalo ntar malah bisa nolongin Ma, Ma bakal tambah seneng lhhoo,,
Met lebaran untuk semua yang ngerayain,,
![]()
ada ini di rumah?

yang pasti ada ini di rumah Ma,,
yang ini, moga moga ada di hati kita semua,,
Lots of love, from Ma,,
1. Pendahuluan
Berbagai penelitian epidemiologi belakangan ini menunjukkan bahwa berbagai agen infeksi dapat menjadi faktor predisposisi dari schizophrenia, salah satunya adalah infeksi dari Toxoplasma gondii. Pada hewan, infeksi oleh Toxoplasma gondii dapat menyebabkan perubahan perilaku dan fungsi neurotransmitter. Pada manusia, suatu infeksi Toxoplasma gondii akut dapat menghasilkan gejala psikosis yang menyerupai gejala yang biasanya terjadi pada seseorang yang mengidap schizophrenia.
Pemilihan topik Hubungan Antara Schizophrenia Dan Toxoplasma Gondii sebagai bahan literature review pada tugas parasitologi III kali ini dikarenakan penemuan peran dari Toxoplasma gondii pada etiologi dari schizophrenia sangat penting dan berkemungkinan mengarah pada pengobatan baru untuk pencegahan dan pengobatannya. Terima kasih, semoga berguna.
Literature review Ma jaman semester 5 nih,, semoga berguna!!
2. Isi
Toxoplasma dan Schizophrenia
Schizophrenia, penyebab dan gejalanya
“SCHIZOPHRENIA merupakan penyakita yang kejam,” kalimat itu bukanlah berlebihan apabila dilihat dari kenyataan mengenai schizophrenia itu sendiri. Schizophrenia merupakan suatu gangguan neuropsikiatrik yang menetap dengan penyebab yang hingga sekarang belum diketahui serta terjadi pada kurang lebih 1% dari populasi dewasa di Amerika Serikat dan Eropa [1], penyakit ini juga dapat mengenai seseorang yang berumur 16 hingga 30 tahun.
Psikoterapi merupakan salah satu pengobatan dalam penanganan pasien schizophrenia, akan tetapi pengobatan dan penanganan medis yang konstan dapat memberikan penyembuhan lebih dari 50% pasien, walaupun relaps penyakit juga sering terjadi, dan pada akhirnya mereka menghabiskan hidup mereka di rumah dan penampungan. Kurang lebih 40% dari pasien schizophrenia tidak mendapatkan pengobatan yang mereka butuhkan dan berakhir di jalanan atau di penjara – bahkan bunuh diri.
Peningkatan angka kejadian schizophrenia pada seseorang dengan salah satu anggota keluarganya juga marupakan pasien schizophrenia menunjukkan bahwa faktor genetik berperan dalam etiologinya, dan beberapa calon gen predisposisi telah dapat diidentifikasi. Lingkungan merupakan salah satu faktor penting. Suatu penelitian epidemiologi menyatakan bahwa kelahiran saat musim semi hingga musim semi, kelahiran urban, dan infeksi perinatal dan postnatal merupakan faktor resiko perkembangan penyakit tersebut di kehidupannya mendatang.
Suatu gangguan dapat dinamakan sebagai schizophrenia apabila memiliki setidaknya satu dari gejala berikut, yaitu:
Atau memiliki paling sedikit dua gejala di bawah ini yang selalu ada dengan jelas:
Adanya gejala khas tersebut telah berlangsung selama kurun waktu satu bulan atau lebih (tidak berlaki pada setiap fase prodromal nonpsikotik) [2].
Penyebab schizophrenia hingga saat ini masih belum bisa dipastikan, beberapa peneliti berspekulasi bahwa schizophrenia memiliki latar belakang infeksi [3]. Dimulai pada tahun 1845, neurologis Perancis, Jean E. Esquirol menulis bahwa “gangguan mental telah menjadi sebuah epidemik, ini merupakan sebuah kepastian bahwa ada beberapa tahun tertentu dimana gangguan tersebut meningkat pada individu” mewabahnya psikosis setelah terjadinya epidemik pada influenza di tahun 1918 dan penemuan bahwa syphilis dapat menyebabkan demensia memberikan kepercayaan yang lebih pada teori-teori serupa. Pada tahun 1922, Karl Menninger, seorang psikiater berhipotesis bahwa schizophrenia merupakan suatu contoh dari efek samping dari virus encephalitis [4].
Infeksi Toxoplasma gondii (Toxoplasmosis), siklus hidup dan penyebarannya
Toxoplasma gondii merupakan parasit intraseluler. Siklus hidupnya hanya dapat disempurnakan hanya dengan perantara kucing atau genus felis yang lainnya. yang merupakan hospes definitive baginya. Namun demikian, Toxoplasma gondii juga dapat menyerang berbagai macam intermediate host, termasuk manusia. Pada sebagian jenis mamalia, Toxoplasma gondii dikenal sebagai salah satu penyebab hidrocephalus, pembesaran ukuran vertrikular, kerusakan kognitif, infeksi primer pada ibu hamil, aborsi, kelahiran mati (stillbirth) serta infeksi otot dan jaringan otak [2].
Toxoplasma gondii dapat melewati plasenta dan menginfeksi fetus, sehingga dapat menyebabkan Toxoplasmosis congenital yang meliputi perubahan abnormal pada kepala (hydrocephalus ataupun microcephalus), kalsifikasi intracranial, ketulian, kejang-kejang, cerebral palsy, gangguan retina, dan retardasi mental [4].
Prevalensi serologi menyebutkan bahwa toxoplasmosis merupakan salah satu dari infeksi kuman yang tersebar di seluruh dunia. Infeksi lebih sering terjadi pada cuaca hangat dan pada dataran rendah dibandingkan dengan daerah bdengan cuaca dingin dan daerah pegunungan. Prevalensi infeksi Toxoplasma gondii di Perancis telah terhubung dengan kebiasaan memakan makanan mentah atau yang tidak dimasak dengan benar. Sementara prevalensi infeksi Toxoplasma gondii di Amerika Selatan telah dihubungkan dengan frekuensi hewan liar pada cuaca yang mendukung kehidupan oocysts [5].
Respon imun seseorang akan sangat bervariasi terhadap infeksi Toxoplasma gondii, seperti status imun, waktu terjadinya infeksi, komposisi genetik pada host dan organisme itu sendiri [6].

Gejala neurologis dan penelitian terkait dengan infeksi Toxoplasma gondiiBeragam gejala neurologis, seperti gangguan koordinasi, tremor, dan kejang telah terlihat pada domba, babi, hewan ternak, kelinci dan monyet yang terinfeksi Toxoplasma gondii. Manusia dapat terinfeksi Toxoplasma gondii dengan melakukan kontak dengan kotoran kucing, atau dengan memakan makanan yang tidak dimasak hingga matang [1].
Berbagai gejala neurologis yang sering dikaitkan dengan infeksi Toxoplasma gondii telah banyak menjadi perhatian dan banyak penelitian dengan topik tersebut telah dilakukan.
Rendahnya usaha pencarian nilai-nilai moral atau prinsip yang orisinil pada seseorang dengan Toxoplasma-positive memperlihatkan bahwa seseorang dengan infeksi Toxoplasma gondii umumnya lebih reflektif, cenderung untuk mencari informasi yang lebih detail dalam memaparkan suatu pendapat dan tidak dapat dipengaruhi dengan mudah. Mereka cenderung lebih tertutup, lamban, dan terkontrol, mereka juga bersifat lebih terorganisir, berlandaskan metode-metode tertentu, dan lebih menyukai aktivitas dengan peraturan yang mengikat dan dengan regulasi tertentu [7].
Adanya hubungan antara toxoplasmosis laten dan skor ‘rendahnya usaha pencarian nilai-nilai moral’ (low novelty seeking scores) telah dilaporkan. Penelitian tersebut menunjukkan bahwa hubungan antara toxoplasmosis dan rendahnya usaha pencarian nilai-nilai moral tidak disebabkan oleh adanya hubungan parallel antara resiko dari infeksi Toxoplasma dan tempat serta ukuran tempat tinggal, juga antara tempat serta ukuran tempat tinggal dan skor ‘rendahnya usaha pencarian nilai-nilai moral’.
Yang mengejutkan adalah infeksi toxoplasmosis dan CMV berhubungan dengan rendahnya skor ‘rendahnya usaha pencarian nilai-nilai moral’ hanya pada kota-kota besar. Hingga sekarang, fenomena tersebut belum dapat dijelaskan.
Penelitian terdahulu menyatakan bahwa seseorang yang terinfeksi Toxoplasma gondii medapatkan nilai lebih rendah pada kecerdasan verbal, yang diukur dengan Tes Otis dan menunjukkan kemungkinan yang lebih rendah dalam mendapatkan pendidikan sekunder dibandingkan seseorang yang tidak terinfeksi Toxoplasma gondii.
Secara teoritis, infeksi yang terjadi dapat menyebabkan perubahan perilaku, faktor personal dapat mempengaruhi resiko dari infeksi, dan faktor pendukung lainnya, seperti status ekonomi, memiliki peran pada dimensi personal dan resiko infeksi.
Dapat pula disimpulkan bahwa infeksi tersebut, lebih tepatnya keberadaan patogen dalam otak dari penderita infeksi, menstimulasi perubahan level neurotransmitter, yang menyebabkan perubahan perilaku dan dimensi personal.
Penelitian yang telah dilakukan mengenai adanya hubungan antara Schizophrenia dan infeksi Toxoplasma gondii pada manusia.
Pembaharuan dalam dunia psikiatri dan parasitologi yang mengarah pada peran dari agen infeksi pada schizophrenia pertama kali diajukan pada tahun 1896 [8]. editorial ini memfokuskan diri pada bukti-bukti spesifik yang menghubungkan antara infeksi Toxoplasma gondii dan penyebab dari beberapa kasus schizophrenia.
Beberapa kasus toxoplasmosis akut pada orang dewasa dihubungkan dengan delusi dan halusinasi. Beberapa gejala yang dilaporkan pada beberapa pasien dengan delusi, gangguan kepribadian paranoid dan berbicara dengan tidak teratur di diagnosis sebagai schizophrenia pada awalnya, akan tetapi gejala neurologist berkembang dan mengarah pada diagnosis tepat dari Toxoplasma encephalitis.
Telah dilakukan banyak penelitian mengenai antibodi Toxoplasma gondii pada orang dengan schizophrenia dan beberapa gangguan psikis yang serius lainnya, dengan hasil; 18 penelitian melaporkan adanya peningkatan persentase antibodi pada seseorang dengan berbagai gangguan psikis tersebut; pada 11 penelitian dari keseluruhan penelitian tersebut, perbedaan yang terjadi tampak signifikan secara statistik. Beberapa pengobatan yang digunakan untuk mengobati schizophrenia menghambat replikasi Toxoplasma gondii pada kultur sel. [1]
Suatu penelitian menduga bahwa seseorang dengan hasil tes serologi positif terinfeksi Toxoplasma mengalami perubahan psikiatri tanpa harus memiliki gejala klinis dari infeksi Toxoplasma. Pada penelitian tersebut, pasien yang memiliki serum antibody Toxoplasma gondii diberikan questionnaire kepribadian menunjukkan bahwa keberadaan serum antibody Toxoplasma gondii berhubungan dengan adanya perubahan perilaku dan kemampuan psikomotor [9].
Suatu penelitian di Cina pada yang diterbitkan Acta Psychiatrica Scandinavica pada Juli 2006 menemukan bahwa titer IgG Toxoplasma gondii labih tinggi 2.22 hingga 5.12 kali pada pasien dengan schizophrenia dibandingkan dengan kelompok kontrolnya, akan tetapi keadaan serupa tidak ditemukan pada titer IgM dari Toxoplasma gondii [10]. Lain halnya dengan penelitian yang dilakukan pada tahun 2001 yang menyatakan adanya kenaikan signifikan pada titer IgA, IgG dan IgM antibodi Toxoplasma pada pasien dengan serangan schizophrenia pertama (first-episode schizophrenia) [11].
Telah temukan bahwa toxoplasmosis dan kontak dengan kucing berhubungan dengan peningkatan resiko schizophrenia [1,12]. Jumlah dopamine yang terdapat dalam otak diduga kuat berperan dalam menyebabkan schizophrenia [13].
Penemuan peran dari Toxoplasma gondii pada etiologi dari schizophrenia berkemungkinan mengarah pada pengobatan baru untuk pencegahan dan pengobatannya.
1. Torrey EF, Yolken RH: Toxoplasma gondii and schizophrenia. Emerg Infect Dis 2003, 9:1375-1380.
2. FK UI: Kapita Selekta Kedokteran. Media aesculapius FK UI 2001
3. Yolken RH, Torrey EF: Hypothesis of a viral etiology in bipolardisorder. In Bipolar disorders. Basic mechanisms and therapeutic impli-cations Edited by: Soares JC and Gershon S. New York, MarcelDekker, Inc; 2002:305-315
4. E. Fuller Torrey and Robert Yolken, An Interview
5. Center Disease Center introduction to Toxoplasmosis
6. Suzuki Y. Host resistance in the brain against Toxoplasma gondii. J Infect Dis 2002;185 (suppl 1):S58–S65.
7. Novotná et al. Probable neuroimmunological link between Toxoplasma and cytomegalovirus infections and personality changes in the human host. BMC Infectious Diseases 2005, 5:54
8. Is insanity due to a microbe? [editorial] Sci Am 1896;75:303.
9. Havlicek J, Gasova Z, Smith AP, Zvara K, Flegr J. Decrease of psychomotor performance in subjects with latent ‘asymptomatic’ toxoplasmosis. Parasitology 2001;122:515-20Wang H-L et al, Acta Psychiatrica Scandinavica 2006; 114, 1: 40-48
10. Wang H-L et al, Acta Psychiatrica Scandinavica 2006; 114, 1: 40- 48
11. Yolken RH, Bachmann S, Roslanova I, Lillehoj E, Ford G, Torrey EF, Schroeder J: Antibodies to Toxoplasma gondii in individuals with first-episode schizophrenia. Clin Infect Dis 2001, 32:842-844.
12. Cook I, Derrick EH. The incidence of Toxoplasma antibodies in mental hospital patients. Australas Ann Med 1961;10:137-41.
13. Torrey EF, McGuire M, O’Hare A, Walsh D, Spellman MP. Endemic psychosis in western Ireland. Am J Psychiatry 1984;141:966-70.
Aduh,, Ma ampe ga bisa nahan diri buat ga nemplokin lirik lagunya di sini,,!!!!!!!!!!!
Seharian ini Ma denger beberapa kali,, kok tambah enak aja di denger, video clip-nya bagus. Michael Buble-nya lucu banget,, Halaah,, Ma, get a grip,, Oke,, Lirik!!

Everything
You’re a falling star, You’re the get away car.
You’re the line in the sand when I go too far.
You’re the swimming pool, on an August day.
And You’re the perfect thing to see. (Adduuhh!!!! those lines!!!!)
And you play your card, but it’s kinda cute.
Ah, When you smile at me you know exactly what you do.
Baby don’t pretend, that you don’t know it’s true.
Cause you can see it when I look at you.
And in this crazy life, and through these crazy times
It’s you, it’s you, You make me sing.
You’re every line, you’re every word, you’re everything.
You’re a carousel, you’re a wishing well,
And you light me up, when you ring my bell.
You’re a mystery, you’re from outer space,
You’re every minute of my everyday.
And I can’t believe, uh that I’m your man,
And I get to kiss you baby just because I can.
Whatever comes our way, ah we’ll see it through,
And you know that’s what our love can do.
And in this crazy life, and through these crazy times
It’s you, it’s you, You make me sing
You’re every line, you’re every word, you’re everything.
So, La, La, La, La, La, La, La
So, La, La, La, La, La, La, La
Denger lagunya sambil liat clipnya,,
Fotonya di ambil dari sini!!
Bahan kuliah Ma jaman semester 7 dulu nih, kemaren Ma post di blog wordpress-nya Ma,,
Siapa tau ada gunanya,,
Aritmia itu keadaan dimana jantung kita memompa darah ga teratur, bisa jadi lebih cepat atau lambat (denyut jantung normal sekitar 60-100 kali per menit),, Sebagian aritmia ga ngeganggu penderitanya, karena itu cuma sebentar, atau dia memang selama ini udah aritmia, tanpa keluhan,, tapi sebagian aritmia yang lain bisa bahaya,, lumayan bahaya kan kalo sampai jadi kegawatdaruratan kedokteran,, karena bisa kejadian henti jantung (cardiac arrest) dan kematian yang tiba tiba,,
Normalnya, gerakan jantung manusia dikontrol oleh area di bagian atas jantung, SA node namanya, yang ntar nganter impuls ke bagian bagian lain,,

Biasanya kejadian aritmia itu karena gangguan di kontrol jantung itu, ada yang namanya Wolff-Parkinson-White Syndrome (WPW), kalo kata dosen Fisio Ma, itu kaya orang Indonesia kalo lagi nyolong antrian,, lompat lompat dari barisan barisan antrian,, ,, Jadi impulsnya lompat lompat, yang harusnya ngikut secara teratur,, jadinya terlalu cepet nyampe ke bagian bagian lain,,
Selain itu ada Atrial Fibrilasi, kejadian AF ini karena adanya rangsangan tidak beraturan dari dua atrium,, Untungnya, ga semua rangsang dari atrium bakal diteruskan ke ventikel, kalo ga bisa kejadian Ventrikel Fibrilasi,, yang lebih bahaya dari AF,, AF itu bisa nyebabin stroke lho,, Karena atriumnya dipomba terus terusan, banyak sisa darah yang ngendep di sana, jadi thrombus deh,, ntar kalo itu thrombus jalan jalan di pembuluh darah,, apalagi yang kecil,, bisa nyangkut,, (dan salah satu pembuluh darah yang lumayan kecil itu pembuluh darah otak),, jadi stroke deh,,
Buat yang mau liat mekanismenya,, ada di sini,, selamat belajar!!
Ya,, pandahuluan selesai,,
Berhubung Ma mau ujian Farmakologi, jadi yang dibahas itu obat obatnya (FYI, yang ngajar dr Suryadi Natadipura),,
Jenis obat obat anti-Aritmia disesuaikan sama jenis aritmia-nya (yang lebih banyak dari 2 contoh di atas tadi) dan mekanisme kerjanya,,
Obat obatnya nih!! (Ada penggolongannya, menurut Vaughan-William)
1. Kelas I : Hambatan Saluran Natrium
Kalo menurut Ma ribet banget poin poin itu,,
Intinya saluran natrium itu fungsinya buat ngebikin ion natrium lewat dan menghasilkan potensial aksi (pengantaran impuls), yang bikin kontraksi otot jantung, jadi kalo saluran itu dihambat, juga memperbaiki bisa menurunkan kecepatan transmisi potensial aksi (biar lambet,, jadi ga takikardi lagi),, dan ga mempengaruhi SA Node, karena yang diutak utik itu Natriumnya (di fase 0) dan sel SA node jalur depolarisasi-nya dipengaruhi sama Kalsium,, dan juga bisa memperbaiki aritmia karena re-entry,, bagus banget buat keadaan aritmia dengan takikardi (ventrikular takiaritmia dan supraventrikular takiaritmia)

2. Kelas II : Hambatan Efek Simpatis pada Jantung
Pakenya beta-bloker, terutama buat b1-adrenoceptor,, Syaraf Simpatis bisa meningkatkan otomatisitas SA Node dengan ningkatin aliran pacemaker,, juga ningkatin kecepatan konduksi di AV node,, makanya diblok,, jadi bisa nurunin denyut nadi, kontraksi juga bisa dikurangi (kasian tuh jantungnya,,
), juga bisa memperbaiki aritmia karena re-entry, banyak gunanya ya,,

3. Kelas III: Hambatan Saluran Kalium
Nah lho,, yang ini mirip sama yang nomer 1, gambarnya juga sama,, bedanya cuma tempat kerjanya,, di sini kerjanya di fase 3,, (Natrium di fase 0 kan,,) jadi ntar jadinya memperlambat repolarisasi,, yang akhirnya sama,, waktu transmisi potensial aksi jadi lama dan merpanjangan periode refrakter juga,, Iyyeeey! tambahan,, sama juga kaya yang lain,, bisa menghilangkan gangguan dari re-entry!!!
4. Kelas IV: Hambatan Saluran Kalsium
Kalo yang ini,, jelas aja,, di no 1 udah ditulis kalo SA Node sangat dipengaruhi oleh Kalsium,, jadi kalo Kalsiumnya diblok, firing rate-nya pacemaker yang ngeganggu jadi berkurang, juga bikin kecepatan konduksi jadi turun,,
ada satu lagi efeknya,, tebak?? bener! bisa menghilangkan gangguan dari re-entry!!! semua ngilangin re-entry!!!
YUP!! that’s it,, Sebenernya ini bates bahan yang Ma suka,,
Sisanya,, nama nama obatnya, indikasi, kontraindikasinya,, Males ngapaal!!!!! Help!!!
—————————————————————
Semoga berguna,, ^^
Referensi
Kuliah dr Suryadi Natadipura